Seorang Bapak Penyayang

Oleh:

Abu Zahlan Husain

Al-Aqra` bin Habits suatu hari menemui Amirul Mukminin Umar bin Khattab, ia menemukan Umar sedang bermain dengan Anak-anaknya. Anak-anak Umar menempel sangat akrab sekali di punggungnya dan Umar merayap terlihat asyik sedang bermain dan bercanda tanpa sekat dengan anak-anaknya sebagaimana teman sepermainannya. Al-Aqra` berkata, “Amir al-mu`minin, apakah seperti itu yang engkau lakukan bersama anak-anakmu?”.Umar pun bangun dan balik bertanya kepada Al-Aqra`, ”Memang, apakah yang engkau lakukan dirumah bersama anak-anakmu?”.Al-Aqra` menjawab, ”Jika saya pulang ke rumah, anak yang sedang berdiri cepat-cepat duduk berderet rapi, anak yang sedang berbicara mendadak terdiam membisu ketakutan, dan anak yang sedang tidur mendadak bangun kuatir kena semprot dariku. Saya mempunyai anak sebanyak 10 orang. Namun tidak ada satupun yang pernah saya cium, saya usap kepalanya, saya tidak pernah gandeng tangannya, dan hubungan antara saya dan anak-anaku pun terkesan sangat formalitas sepanjang hari, layaknya kehidupan yang diatur secara ketat dengan aturan protokoler”.Umar berkata, ”Kalau begitu engkau tidak pantas menjadi pemimpin kaum muslimin.” Maka Al-Aqra` diperintahkan oleh Umar untuk segera dipecat dari jabatannya sebagai Kepala Daerah saat itu, karena tidak mencintai dan menyayangi anak-anaknya.

Sesibuk apapun orangtua, anak-anak tetap berharap hubungan dengan orangtuanya tidak tersekat dengan dinding dan ritme tugas, kewajiban yang bisa menghalangi keharmonisan hubungan. Anak-anak tidak cukup dipenuhi kebutuhan secara finansial, tetapi lebih dari itu yang ia harapkan adalah hubungan psikologis emotional yang meniadakan jarak, ruang dan waktu untuk saling bermesra-mesraan sebagaimana layaknya yang dilakukan oleh Umar bin Khattab terhadap putra-putrinya meskipun ia seorang Kepala Negara, seorang Khalifah, Seorang Amirul Mukminin, Subhanallah………..

Lalu bagaimana dengan kita sebagai orangtua terhadap anak-anak kita ? Apakah anak-anak kita harus lebih akrab dengan orang lain ketimbang dengan Ibu Bapaknya sendiri ?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s