SOSOK GURU YANG SELALU DIRINDU

Oleh:

Abu Zahlan Husain

TIDAK dapat dipungkiri bahwa guru merupakan pekerjaan yang sangat mulia, bagaimana tidak mulia, jika pekerjaan yang digelutinya setiap hari terfokus mendidik dan mencerdaskan kehidupan anak bangsa.
Menjadi sosok guru yang selalu dirindu kehadirannya oleh semua murid, tentu menjadi impian dan harapan bagi semua guru. Sayangnya, hal seperti ini masih teramat sedikit diantara guru yang mendapatkan perlakuan dan simpati istimewa ini dari murid-muridnya. Kenapa demikian ? tentu banyak faktor yang bisa melatarbelakanginya.
Berbagai pendapat mengemuka, agar guru bisa disukai dan selalu dirindu oleh murid-muridnya, paling tidak guru harus melakukan evaluasi diri, sehingga guru mengerti betul akan kompetensi dan kekurangan yang ada pada dirinya, untuk selanjutnya guru bisa memahaminya dan mengambil langkah-langkah strategis agar dapat menjadi sosok guru yang selalu ada di hati para muridnya.
Faktor yang paling mendasar dan disinyalir dapat menyebabkan guru disenangi atau dirindukan oleh muridnya. Diantaranya keterbukaan guru, dalam melakukan evaluasi diri secara menyeluruh yang akan menjadi modal pokok menuju guru profesional yang dinantikan kehadirannya oleh para muridnya.
Indikator secara kasat mata guru yang dirindukan, adalah jika belum belum terlihat hadir, maka murid akan berusaha mencari atau menanyakannya, dan saat jam pelajaran berakhir murid masih merasa kurang belajar bersamanya.
Menjadi guru yang selalu dirindu, bukan berarti menuruti semua kemauan murid, karena menuruti apa yang menjadi keinginan murid, maka guru akan terjebak dan kehilangan idealisme arah dari tujuan kegiatan proses belajar mengajar.
Lalu bagaimana cara kita agar selalu dirindu oleh murid, berikut ini ada beberapa tips yang akan membantu kita menjadi guru yang selalu ada dihati para murid:

1. Awali setiap aktivitas dengan niat beribadah
Mendidik atau mengajar bukan hanya dianggap sebagai bagian dari suatu profesi, tetapi dimaknai juga sebagai pengabdian atau ibadah. Ketika guru mengawali setiap aktivitas pekerjaan yang ditekuni selalu diniati untuk ibadah, maka guru sudah pasti akan berfikir dan berorientasi untuk mendapatkan prestasi terbaik dalam ibadah kepada Tuhannya. Dengan demikian, guru akan melaksanakan tugas pembelajaran kepada murid secara tulus, totalitas dan bersungguh-sungguh, murid tidak dipandang hanya sebagai obyek, tetapi diperlakukan sebagai generasi penerus yang kelak akan melanjutkan perjuangannya, jika guru berhasil membentuk kepribadian mulia para muridnya, maka disinilah letak persemaian amal jariyah dimulai oleh sang guru.

2. Bermurah hati
Seorang guru tidak akan menjadi miskin, karena banyak memberi ilmu pengetahuan dan tidak akan kekurangan karena sering berbagi pengalaman kepada para muridnya. Drs. KH. HM, Zaimuddin Wijaya As’ad, MS mengatakan bahwa Guru yang bermurah hati ( jawa: luman ), sejatinya dia telah berbuat baik kepada dirinya sendiri, namun juga telah berbuat baik bagi orang lain. Kemurahan hati seorang guru dalam berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman, justru akan menjadikan wawasan guru semakin luas dan ter-update setiap saat, karena guru selalu meningkatkan terus kompetensi keilmuannya, luman disini juga berarti senang memberi sekecil apapun, misalnya kembang gula kepada muridnya. Disamping itu lanjut Zaimuddin, guru harus ikhlas dalam melaksanakan tugas kewajibannya tanpa adanya pamrih dan tendensi dalam mengjarkan ilmu kepada para muridnya, guru harus makarya ( bekerja penuh dedikasi, loyalitas dan profesional ) serta memiliki sifat andhap ashor ( menjunjung etika guru ). Insya Allah jika guru menerapkan 4 jurus yang terkumpul dalam kata “ Lima “ yaitu: Luman, ikhlas, makaryo dan andhap ashor guru pasti akan sukses dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya.
3. Guru yang ramah, supel dan santun
Indikator keramah-tamahan guru, tercermin dari seberapa sering guru tersenyum disaat bertemu dengan para muridnya, karena senyuman adalah modal utama untuk menjadikan sebagai pribadi guru yang mempesona. Sebaliknya bagaimana bisa seorang guru membangun komunikasi yang harmonis, kalau seorang guru mahal sekali tersenyum dengan para muridnya. Untuk itu, penting sekali dilakukan kalau seorang guru pada waktu mau masuk kekelas, ia sempatkan bercermin sesaat untuk merapikan pakaian dan dandanan agar penampilan lebih menarik, tentu tidak terkesan glamour, serta tidak kalah pentingnya memastikan bahwa nanti akan dapat tersenyum manis dihadapan para muridnya, agar suasana proses belajar mengajar berlangsung secara ceria dan dinamis.
Sapaan dengan kata-kata yang bijak dan supel dari seorang guru, berperan penting dibandingkan dengan sesungging senyuman yang dipaksakan, karena sapaan membuktikan bahwa guru peduli dan tidak ada masalah dengan para murid yang disapa, dan terpenting dengan cara guru bertegur sapa menandakan bahwa guru adalah seseorang yang ramah, tidak sombong dan dapat mempererat keakraban hubungan sosial maupun psikologis dengan para muridnya.
Selain itu, sopan-santun guru adalah suatu bentuk apresiasi atau penghargaan kepada murid- muridnya, sopan-santun tidak hanya dilakukan bagi seseorang yang lebih tua kepada yang lebih muda atau kepada orang yang kita hormati saja, namun seyogyanya sopan-santun ini dilakukan oleh para guru kepada para murid dengan tujuan untuk memberikan contoh kongkrit tentang perlunya pembelajaran keteladanan dan kesahajaan, sehingga pembangunan karakter cepat atau lambat akan bisa diwujudkan dalam prilaku keseharian para murid.
4. Tidak senang berkata kotor dan ringan tangan
Berkata kotor bagi seorang guru adalah sesuatu yang tabu, guru seharusnya tidak pernah berkata kotor, temperamen tinggi-mudah marah, memaki-maki apalagi ringan tangan, karena hal demikian ini justru akan merendahkan harkat dan martabat seorang guru. Sebaliknya, guru harus sabar dan senang memberikan pujian kepada para muridnya. Pujian yang tulus dan proporsional itu bagaikan air segar yang bisa menawarkan rasa haus akan sebuah penghargaan. Dan jika saja seorang guru selalu siap membagikan air segar itu kepada muridnya, maka niscaya guru akan berada pada posisi yang sangat strategis untuk dicintai oleh muridnya.

5. Gunakan metode pembelajaran yang variatif.
Setiap guru dapat menyampaikan materi pembelajaran secara variatif dan inovatif. Guru tidak boleh hanya terpaku dengan satu metode saja, namun harus selalu mengembangkan, meningkatkan ketrampilan dan kemampuan mengajarnya sehingga lebih variatif, inovatif serta menyenangkan, sehingga membuat murid tidak jenuh dan suasana murid dikelas lebih aktif dalam mengikuti proses belajar mengajar. Saat guru terlalu menikmati dengan satu metode pembelajaran saja, maka sang guru sesungguhnya telah terjebak kepada fanatisme yang berlebihan, tidak mau belajar metode pembelajaran yang lain, bahkan akan menyalahkan metode yang lain, karena metode yang dipakainya dinilai yang paling bagus dan sempurna. Hal demikian padahal sebenarnya ujung-ujungnya akan menjadikan para murid tidak terlayani hak menerima pembelajaran secara variatif dan akan menjemukan sekali, naudzu billahi min dzaalik.

6. Ciptakan suasana pembelajaran yang kondusif.
Guru yang menguasai materi pembelajaran dengan baik, melakukan berbagai persiapan pembelajaran sebelum mengajar di kelas, tentu dapat menyampaikan alur pelajaran dengan runtut, sistematis sehingga akan mudah dipahami murid. Seperti yang dikemukakan oleh Kenneth D Moore ada 6 langkah yang harus dilakukan guru yaitu, perencanaan, perumusan tujuan, pemaparan perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran dengan menggunakan berbagai strategi, penutupan proses pembelajaran dan evaluasi.
7. Jadilah pendengar yang baik
Kalau ada orang yang mengatakan bahwa bicara itu perak dan diam itu emas, maka guru yang dapat memerankan diri sebagai pendengar yang baik, tentu lebih mulia dari keduanya. Guru pendengar yang baik adalah pribadi guru yang dibutuhkan dan disukai oleh semua murid. Berilah kesempatan kepada para murid untuk bicara, menyampaikan pertanyaan, aspirasi, keinginan atau sekedar berbagi cerita. Dengarkanlah secara antusias dan penuh semangat, lalu tanggapi secara bijak dan arahkan tanpa harus memupus harapan dan keinginannya.
8. Jadilah guru yang pintar melawak
Jika ditanya, guru yang seperti apa yang paling disukai murid ? Hampir pasti anak-anak usia SD, SMP bahkan SMA akan memilih guru yang pintar melucu atau melawak, dikarenakan dunia anak-anak memerlukan suasana gembira, tidak menginginkan suasana yang menyeramkan. Tentu saja guru dengan kepiawaiannya dalam candaan atau humor segar yang menjadikan suasana belajar lebih hidup dan bergairah serta menyenangkan, bukan humor yang menghilangkan makna dan tujuan pembelajaran yang sedang berlangsung.

9. Guru yang memahami kebutuhan anak.
Murid juga memiliki hak yang harus dipenuhi oleh gurunya, misalnya hak bertanya dan mendapatkan jawaban yang tepat. Guru yang disenangi adalah guru yang memberikan kebutuhan siswa, baik itu kebutuhan akan karakter dan perkembangannya ataupun kebutuhan untuk dihargai.

10. Menjadi guru yang ideal
Menjadi guru ideal adalah tanggung jawab terbesar bagi guru, ini merupakan tugas yang sangat mulia. Menjadi guru sering mendapat berkah, bukan hanya yang bersifat materi. Berkah kebahagiaan batin, kepuasan kerja, dan kesejahteraan. Inilah model guru sejati yang didambakan dan dirindukan siswanya serta oleh masyarakat sekitar. Jasa guru akan dikenang sepanjang masa, iringan doa senantiasa dimohonkan dari orang yang pernah dididiknya. Guru membelajarkan siswanya bicara, membelajarkan berkomunikasi, dan berinteraksi sosial, guru mengajari baca tulis dan hitung serta menanamkan pengetahuan dan membuka cakrawala dunia.
11. Guru adalah sosok yang diidolakan, model yang sering ditiru, pembimbing, pendidik, dan bisa menjadi tempat untuk diskusi.
Kesan terhadap guru yang penuh cinta kasih, menyenangkan, bersahabat, ramah-tamah, namun tegas dan tegar dalam menghadapi setiap tantangan hidup. Guru adalah pemicu kreativitas, pembangkit semangat belajar, dan menumbuhkan optimisme. Guru adalah penyebar kedamaian, penguat keyakinan dalam meraih cita-cita, dan selalu menampilkan kewibawaan. Kharisma yang dimiliki seorang guru sejatinya merupakan ungkapan batin yang paling alamiah. Bukan suatu kebetulan jika ada peringatan Hari Guru di bumi Indonesia. Ini hanyalah sekedar wujud ungkapan terima kasih dan pengingat peran serta jasa guru, agar selalu terkenang. Dengan caranya, guru mendidik dan membelajarkan muridnya meraih cita-citanya, betapapun si murid kelak ada ucapan terima kasih atau tidak bagi guru no problem, guru adalah agen of change yang sebenarnya untuk suatu perubahan ke arah yang lebih baik, sehingga keberadaan guru menjadi penyemangat siswanya untuk belajar dan memotivasi agar meraih prestasi terbaik.
Disamping itu, guru adalah profil penebar keberanian, reformer dan pembangun iklim kompetisi yang sehat. Guru yang selalu menunjukkan keceriaan di tengah kegalauan hatinya. Guru merupakan pembaharu di masyarakatnya dan perekat kebersamaan di lingkungan sosialnya. Guru yang menghargai proses dan hasil serta bersikap adil dan bijaksana dalam segala tindakannya.
12. Guru memiliki sikap asertif

Guru yang dirindu dan disukai oleh para muridnya bukanlah seorang guru yang selalu berkata “ Ya”, tetapi guru yang sanggup berkata “Tidak” bila saatnya diperlukan. Sewaktu-waktu bisa saja prinsip atau pendapat guru berseberangan dengan murid-muridnya. Guru tidak harus menyesuaikan diri atau memaksakan mereka menyesuaikan diri dengannya. Guru pantang takut untuk berbeda dengan para muridnya, yang terpenting perbedaan itu tidak menimbulkan konflik, saling menghargai bukanlah perbedaan pendapat itu juga merupakan rahmat?, munculnya perbedaan harus difahami bersama sehingga dapat menimbulkan sikap saling pengertian, perbedaan harus difahami berdasarkan argumen dan landasan keilmuan yang rasional. Sebab, kejadian seperti ini tentu merupakan suatu yang lumrah terjadi apalagi diera modernisasi, kapanpun dan dimanapun, karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat memungkinkan memberikan peluang untuk mendapatkan akses informasi yang lebih duluan, bagaimanapun sikap asertif selalu lebih dihargai dibandingkan dengan sikap Yesman.
Berikut ini beberapa hadits Nabi Muhammad SAW tentang keberadaan profesi guru, mudah-mudahan dapat diambil hikmatnya.
Nabi Muhammad SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah dan Malaikatnya, para penghuni langit dan bumi hingga semut yag ada didalam tanah (ditempat tinggalnya) dan ikan hiu yang ada didasar laut mendoakan kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.”
Dalam hadist lainnya Rasulullah SAW juga pernah menjelaskan. “Barang siapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju kesurga. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayapnya karena ridho kepada pencari ilmu (mereka meletakkan sayap-sayapnya sebagai bentuk pengagungan kepada orang yang mencari ilmu). Susungguhnya mahluk yang ada dilangit dan dibumi hingga ikan-ikan paus yang ada dilaut meminta ampunan kepada Allah untuk orang yang berilmu. Keutamaan orang alim terhadap orang bodoh seperti keutamaan rembulan terhadap semua bintang. Sesunggunya ulama itu adalah pewaris para Nabi. Dan para Nabi tidak mewariskan dinar maupun dirham, akan tetapi mereka mewariskan ilmu. Barang siapa yang mengambil ilmu, dia telah mengambil keberuntungan yang sangat besar.”
Untuk menjadi sosok guru yang dirindu oleh para murid, memang tidaklah seringan membalik telapak tangan, namun juga tidak seberat seperti orang yang mengangkat beban diluar kemampuannya. Hal yang terpenting dalam membentuk karakter pribadi guru yang dirindukan oleh para muridnya sebenarnya sangat terletak pada kepekaan, kepedulian dan kecerdasan secara emotional, spiritual, dan intelektual guru, bagaimana menerjemahkan dirinya sebagai figur yang dapat merespon secara cepat dan bijak terhadap lingkungan sekolah, serta bagaimana dirinya menjadi sosok yang siap digugu dan ditiru tanpa tersekat adanya ruang dan waktu.
Selamat menjadi guru yang selalu dirindu, guru yang dirindu akan membawa akselerasi kualitas pendidikan bangsa Indonesia menjadi lebih fantastis, memiliki daya saing yang tinggi, hebat dan bermartabat. (*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s