KESALEHAN SOSIAL SEORANG JACKIE CHAN

Oleh :

Abu Zahlan Husain Vica *)

TUJUAN diwajibkannya berpuasa adalah agar kita menjadi orang yang bertaqwa. Taqwa sendiri dapat dimaknai menjalankan perintah Allah SWT dan meninggalkan larangan-Nya. Dalam konteks ini Imam Al-Khusairi pernah mengurai makna kalimat taqwa yang terdiri dari 4 huruf yakni : “ ta., qof, wawu, dan ya “.
Huruf ‘ta’ diartikan tawadhuk, maksudnya adalah seseorang yang telah memproklamirkan dirinya sebagai insan yang bertaqwa, sudah semestinya dia memiliki sifat yang baik dan santun seperti kerendahan hati, tidak takabur, senang menolong, menghargai dan menghormati kepada sesamanya, baik terhadap sesama pemeluk agama Islam maupun kepada sudara yang berbeda agama ( lintas agama ), orang yang bertaqwa semestinya juga orang yang terlepas dan jauh dari kesombongan, tidak membanggakan terhadap diri sendiri, keluarga apalagi golongannya.
Kedua, huruf ‘qaf’, adalah kepanjangan kata qona’ah, maksudnya adalah menerima pemberian Allah SWT secara tulus ikhlas dan apa adanya, tidak ngedumel setelah mereka melakukan semua daya dan upaya yang terbaik dan optimal, tanpa harus menyalahkan kepada orang lain, jika didapatkan hasil yang tidak seperti yang diharapkan, apalagi sampai menyalahkan kepada Tuhannya.
Ketiga, ‘wawu’ diartikan wira’i artinya keperwiraan, orang yang bertaqwa sudah semestinya mampu menghindarkan diri dari melakukan perbuatan tercela, nista, maksiat dan dosa. Sedangkan huruf yang terakhir adalah ‘ya‘. Huruf ya disini diartikan yakin, seorang hamba Allah yang bertaqwa harus yakin terhadap kebenaran ajaran Islam, yakin terhadap imbalan di akhirat dari Allah SWT apapun amal ibadah yang kita lakukan di dunia ini.
Derajat taqwa insya Allah akan bisa diraih oleh orang-orang yang menjalankan ibadah puasa, asalkan puasa yang dilakukannya memiliki 4 kriteria seperti yang diurai oleh Imam Al-Khusayri tersebut, yaitu: tawadhuk, qona’ah, wira’i, dan yakin.
Saudaraku, puasa ditunaikan agar orang yang melaksanakannya menjadi figur dan pribadi yang bertaqwa, sebagaimana firman Allah SWT: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepadamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu agar kamu semua menjadi orang yang bertaqwa. QS. Al-Baqoroh 183.
Bagaimana kemudian implementasi dari orang-orang yang sedang menunaikan ibadah puasa seperti kita saat ini, agar memperoleh predikat taqwa? Tentu cara mudah dan praktis yang bisa kita lakukan adalah selalu menerapkan ajaran Islam secara kaffah kepada lingkungan kita dalam bentuk kesalehan sosial sehari-hari.
Di bawah ini sekedar contoh kesalehan sosial dari seorang Jackie Chan setelah bertahun-tahun lamanya hidup dalam kondisi kekurangan dan miskin, ia sering berpuasa karena himpitan ekonomi, ia tidak bisa menikmati hidup yang layak sebagaimana orang lain menikmati hidup serba dalam kecukupan, sehingga Jackie Chan sering melakukan puasa, meski tentu saja puasa yang dilakukan sangat berbeda dengan puasa oleh kebanyakan orang Islam seperti kita.
Chen Lung atau Jackie Chan artis Hong Kong terkenal yang pernah membantu korban tsunami di Aceh sebesar 30 milliar dengan uang pribadinya, dia membangunkan rumah untuk masyarakat satu desa. Di masa kecilnya dia tinggal di sebuah gang kumuh, ia kerap mendapatkan makan bubur jatah dari pemerintah, ia terbiasa berhari-hari kelaparan dan kedinginan.
Suatu saat ia mendengar ada pembagian jaket bagi kaum fakir miskin, ia pun pergi ke lokasi untuk antri pembagian dan mendapatkan jaket paling jelek kondisinya, tetapi jaket itu membuatnya hangat, ia sangat menyukai jaket itu dan dipakainya kemanapun pergi, padahal jaket itu adalah jaket bekas yang amat jelek, namun bagi Jackie Chan dia tidak melihat barangnya tetapi menilai dari sudut kegunaannya, inilah barang berharga yang dia punyai selama ini meskipun dari hasil pemberian orang lain, dia tak henti-hentinya bersyukur dan berdoa kepada Tuhan mengucapkan terima kasih kepada orang yang memberikan jaket itu.
Waktu jaket itu diberikan oleh petugas sosial, seorang petugas itu menyelipkan pesan moral kepada setiap orang, tidak terkecuali kepada Jackie Chan ia berkata : Kamu sekarang sudah ditolong, nanti kalau kamu sudah jadi orang yang berhasil kamu harus gantian menolong orang lain yang sangat membutuhkannya.
Kelak ketika dia kaya raya, ucapan petugas pemerintahan itu terngiang-ngiang terus ditelinganya dan selalu diingatnya. Ia termotivasi untuk bekerja keras dan akhirnya berhasil. Sekarang Jackie Chan adalah aktor terkaya di dunia, namun kekayaannya tidak membuat ia harus hidup mewah dan lupa diri, seluruh kekayaan sejumlah 1,2 Trilyun ia sumbangkan kesemua orang miskin di Cina, ia paham betul bagaimana merasakan hidup susah seperti dialaminya dulu, kedinginan, kelaparan, mengorbankan harga diri dan selalu dihina orang, ia ingin orang miskin di Cina mendapatkan kehormatan dan kesejahteraannya, sekarang Jackie Chan bekerja sebagai penasihat pemerintah dalam melawan persoalan kemiskinan.
Saudaraku, Jackie Chan mempunyai hati yang sangat mulia dia peduli kepada orang-orang disekitarnya, bahkan kepeduliannya juga menjalar sampai ke negara kita di saat tsunami melanda kota serambi mekah, ia merogoh koceknya tidak tanggung-tanggung sebesar 30 miliar ia membantu dengan misi murni kemanusiaan. Ia berkomitmen terhadap hidupnya, dan janjinya. Inilah pelajaran terbesar dari Jackie Chan pada kita soal kemanusiaan dan cinta kasih kepada sesamanya bukan sekedar kata-kata manis yang mendayu dayu.
Jackie Chan memang bukan orang Islam, bukan cendekiawan, bukan pula motivator ulung ataupun penceramah yang biasa berbicara dan melakukan aksi nyata untuk mendapatkan profit dari audience, namun misi utamanya adalah misi sosial kemanusiaan.

Saudaraku, bagaimana dengan program yang digulirkan pemerintahan SBY-Budiono yang berupa bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi dari kenaikan harga BBM beberapa minggu lalu. Apakah BLSM yang diterimakan disertai dengan pesan moral pemerintah dalam hal ini melalui petugas-petugas khusus di lapangan yang menyerahkan secara langsung BLSM tersebut kepada rakyat sasaran?, apakah ada juga pesan-pesan moral yang disertai dengan juknis penggunaan BLSM yang tersampaikan baik secara lisan maupun secara tertulis?
Kanapa penulis perlu menanyakan demikian? Karena hal ini merupakan sesuatu yang sangat urgen, setidak-tidaknya secara psikologis akan memiliki dampak bagi si penerima. Pertama: Penerima akan menyadari bahwa bantuan yang diterimanya adalah bersifat sementara, tidak secara terus menerus mereka akan menerima. Kedua: Karena sifatnya sementara, maka si penerima tidak boleh terlalu berharap (jawa: njagakne) setiap waktu akan menerima bantuan itu. Ketiga : Karena bantuan tersebut tidak bisa diharapkan setiap saat, maka si penerima harus memiliki solusi cerdas dengan cara bekerja keras atau melakukan suatu kegiatan yang dapat mendatangkan hasil untuk bekal hidup bagi diri dan keluarga mereka.
Alhasil, program bantuan apapun namanya seyogyanya harus ada aspek pembelajaran yang mendidik, ada pesan moral berantai yang tersampaikan secara terukur dan terstruktur mulai dari kepala negara-menteri-gubernur-bupati/walikota-camat, lurah, pegawai kantor pos, dan penerima seperti yang diteladankan oleh petugas pemerintah China saat membagikan bantuan, meskipun hanya berupa jaket bekas kepada warga miskin termasuk kepada Jackie Chan, jangan sampai rakyat kita diajari untuk menerima bantuan sementara secara terus menerus, jika hal ini tidak dikaji dan dipikirkan secara matang dan cermat kedepan akan muncul dampak yang tidak kita inginkan bersama, dan jangan salahkan pula kalau muncul masalah baru di kemudian hari yang berakibat secara langsung bagi rakyat, kita akan menjadi rakyat pemalas, rakyat yang tidak kreatif dan inovatif, karena terbiasa dan kecanduan menerima bantuan tanpa mau bersusah payah.
Oleh karena itu, rakyat harus diajari hidup kreatif, hidup cerdas, bekerja keras dan bekerja tuntas, sehingga ke depan diharapkan rakyat yang tadinya sebagai penerima bantuan, berubah menjadi rakyat pemberi bantuan kepada sesamanya, semoga.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s